Apa itu gunung berapi?
Gunung berapi pecah di kerak planet yang terbentuk karena magma yang naik atau batuan yang meleleh. Magma dikumpulkan di ruang magma dekat permukaan. Gas yang dilepaskan dari magma di dalam bilik menciptakan tekanan di dalam bilik yang pada akhirnya menciptakan celah di bebatuan, menghasilkan letusan gunung berapi.
Beberapa gunung berapi menghasilkan letusan yang lebih eksplosif dan menghasilkan lebih banyak puing. Lainnya menghasilkan letusan yang menghasilkan lebih banyak aliran lava. Gunung berapi ditemukan di banyak badan planet Tata Surya, termasuk Bumi, Mars, Io, dan Venus. Ada juga bukti cryovolcanoes, gunung berapi yang meletus yang mudah menguap seperti air dan amonia yang menghasilkan es alih-alih batu, di badan es Tata Surya luar seperti Triton bulan Neptunus dan bulan Saturnus Enceladus.
Apa itu Gempa Bumi?
Gempa bumi terjadi ketika permukaan diguncang atau terganggu dengan beberapa cara karena proses interior di dalam bumi. Gempa bumi biasanya disebabkan oleh tergelincir di antara dua badan batu sepanjang sesar. Tergelincirnya ini akan menghasilkan gelombang seismik. Gempa serupa juga mungkin terjadi di planet lain.
Perbedaan antara gunung berapi dan gempa bumi
Meskipun ada kesamaan antara gunung berapi dan gempa bumi, ada juga perbedaan signifikan yang meliputi hal-hal berikut.
- Gunung berapi terbentuk di permukaan bumi sedangkan gempa bumi berasal dari kedalaman kerak bumi.
- Gunung berapi juga merupakan fitur permukaan planet sedangkan gempa hanya peristiwa meskipun mereka terkait dengan fitur tertentu seperti kesalahan.
- Gunung berapi dibentuk oleh pelepasan gas dan magma. Gempa bumi disebabkan oleh gerakan di sepanjang patahan.
- Gunung berapi mengarah pada pembentukan batu baru sedangkan gempa bumi hanya menyebabkan gelombang yang mengganggu batu.
- Gunung berapi dapat menghasilkan puing-puing yang signifikan melalui hujan, tanah longsor, dan pembentukan fitur-fitur seperti ignimbrites. Gempa bumi biasanya tidak akan secara langsung menghasilkan puing-puing yang signifikan, tetapi puing-puing akan dihasilkan dari gangguan yang disebabkan oleh gempa bumi.
- Dimungkinkan untuk memperkirakan letusan gunung berapi beberapa minggu hingga beberapa hari sebelumnya, meskipun waktu yang tepat dari letusan itu tidak dapat diprediksi dengan akurat. Kemungkinan gempa bumi dapat diprediksi, tetapi tidak mungkin untuk menentukan jangka waktu kapan gempa akan terjadi, seberapa besar kemungkinan itu akan terjadi di beberapa titik di masa depan.
Kesimpulan Gunung Berapi vs Gempa Bumi
Gunung berapi terbentuk ketika magma muncul ke permukaan dan menyebabkan pecahnya permukaan sehingga memungkinkan terbentuknya lubang angin. Mereka diklasifikasikan berdasarkan banyak faktor termasuk, tetapi tidak terbatas pada, morfologi dan skala erupsi. Skala erupsi dikendalikan oleh komposisi magma dan jumlah gas yang terperangkap di dalamnya. Gempa bumi biasanya disebabkan oleh tergelincirnya batu pada suatu patahan. Gunung berapi dan gempa bumi serupa karena keduanya berasal dari geologis dan keduanya menghasilkan fenomena permukaan. Mereka berdua sama-sama mewakili bahaya yang signifikan bagi manusia. Mereka berbeda dalam hal gunung berapi meletus karena proses yang terjadi sangat dekat dengan permukaan bumi sedangkan gempa bumi biasanya disebabkan oleh gangguan yang sering berasal setidaknya ratusan meter di bawah permukaan sebuah planet. Gunung berapi juga merupakan fitur yang dapat menghasilkan banyak peristiwa terkait sedangkan setiap gempa hanya merupakan peristiwa geologis. Lebih jauh, gunung berapi menghasilkan formasi batuan baru sedangkan gempa bumi menghasilkan gelombang seismik dan goncangan batu tetapi bukan formasi batuan baru. Juga, gunung berapi dapat diperkirakan akan meletus dalam beberapa hari hingga minggu, meskipun waktu yang tepat tidak dapat diketahui dan prediksi bisa salah, sedangkan hanya kemungkinan gempa bumi yang dapat diprediksi. Tidak mungkin untuk menentukan jangka waktu kapan gempa berikutnya akan terjadi.

Komentar
Posting Komentar